Selasa, 09 Oktober 2012

Hidup ni memang harus memilih? atau mungkin kita yang harus tunduk pada seleksi alam? Terkadang apa yang baik menurut kita belum tentu baik menurut orang lain, bahkan menurut Allah SWT. Akan tetapi yang perlu tetap dijaga adalah kemauan kita untuk merubah jalan hidup kita ke arah yang lebih baik, tentunya dengan cara yang baik dan benar. Tentunya dalam proses perbaikan itu membutuhkan waktu yang relatif, ada yang prosesnya cepat dan ada pula yang lama. Selama proses perbaikan pun banyak halangan dan rintangan yang dihadapi, yang pada intinya menguji seberapa besar dan seberapa kuat keinginan kita untuk mencapai perbaikan tersebut. Bahkan banyak di antara kita yang mengeluh dan frustrasi saat menghadapi halangan dan rintangan yang menerpa kita.
Saya adalah termasuk salah satu yang pernah mengalami masalah seperti yang dijelaskan di atas, terutama dalam masalah ekonomi keluarga. Jujur saya berasal dari golongan ekonomi yang bisa dibilang sederhana tapi selalu tetap bersyukur dan selalu memberi kepada orang yang membutuhkan meskipun dalam keadaan yang pas-pasan, dan alhamdulillah buahnya rasa bersyukur itu telah saya dapatkan yang setiap saat selalu bertambah dan hal itu baik menurut saya dan orang-orang di sekitar saya, mudah-mudahan baik pula menurut Allah SWT. Salah satu buah dari rasa syukur yang saya dapatkan adalah dalam hal pendidikan. Tidak bermaksud sombong, sejak SMP hingga lulus dari perguruan tinggi alhamdulillah belum pernah bayar SPP (Beasiswa), tentunya dengan perolehan nilai yang memuaskan, selalu rengking 1 dari SD hingga SMA dan memperoleh IPK tertinggi di Jurusan Fisika Fakultas MIPA UNJ dengan IPK 3,6. Hingga mendapatkan pekerjaan yang bisa dibilang memuaskan. Semua itu diperoleh dengan kerja keras, do'a dari orang tua, selalu bersyukur dan berbagi dengan sesama, hakikatnya semua ini pemberian dari Allah SWT.